Hari itu terasa baru kemarin. Saat berita bahagia itu datang, menggetarkan gendang telinga, dan membuat hati bergemuruh. Hari seterusnya aku berjalan diatas awan dengan hembusan angin terlembut yang membelai permukaan hatiku. Semua senyum, semua tawa, semua rahasia yang telah aku lewati seketika harus tenggelam dalam kehampaan perasaan seseorang. Ia berpaling, berjalan pergi, berlari, dan bayangnya ditelan jarak yang terlalu jauh untuk aku lihat.
Awalnya semua hariku hanyalah tinggal potongan relief dari sejarah masa lalu yang tidak pantas untuk diingat, terukir jelas dalam ingatan. Awalnya semuanya hancur dalam lapuknya semua cerita bahagia yang sudah kadarluarsa. Tapi sekarang hatiku batu, silahkan terpa saja dengan ombak sekeras, sekuat apapun, hatiku tetap batu. Tidak akan ada lagi air mata tidak berguna di sudut mataku.
Sampai jumpa hari bahagia, momen bahagia, tawa bersama kita, aku akan berlari membelakangimu, untuk menyambut kebahagiaan yang bahkan kata bahagiapun tak mampu untuk melukiskannya.
Fairydust, 4.11.2007
Awalnya semua hariku hanyalah tinggal potongan relief dari sejarah masa lalu yang tidak pantas untuk diingat, terukir jelas dalam ingatan. Awalnya semuanya hancur dalam lapuknya semua cerita bahagia yang sudah kadarluarsa. Tapi sekarang hatiku batu, silahkan terpa saja dengan ombak sekeras, sekuat apapun, hatiku tetap batu. Tidak akan ada lagi air mata tidak berguna di sudut mataku.
Sampai jumpa hari bahagia, momen bahagia, tawa bersama kita, aku akan berlari membelakangimu, untuk menyambut kebahagiaan yang bahkan kata bahagiapun tak mampu untuk melukiskannya.
Fairydust, 4.11.2007